Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Kenangan Ulang Tahun di Masa Kecilku

61 Komentar

Lalang Ungu. “Kenangan masa kecil yang paling membekas di ingatan” merupakan tema arisan link Blogger Gandjel Rel yang kami dapat minggu ini, dari mba Anjar Sundari & mba Nia Nurdiansyah.

Hm…apa ya, kenangan masa kecilku yang tak terlupakan??

Banyaaaak…hehe.. Alhamdulillah aku dibesarkan di tengah keluarga yang hangat dan penuh cerita sehingga rasanya begitu banyak pengalaman hidup berkesan sepanjang masa kecil, masa remaja bahkan di masa dewasa ini.

Salah satunya adalah saat kami merayakan hari ulang tahun dari anggota keluarga kami. Ya, meskipun sederhana -hanya dihadiri keluarga inti saja- selalu ada acara peringatan hari lahir masing-masing anggota keluarga yang saat itu berjumlah delapan orang : Mbah Putri-Bapak-Ibu-lima anak. Eh.. HUT Si Mbah tidak dirayakan ding..karena kami tidak tahu kapan tepatnya hari kelahiran beliau, hehe…

Pebruari, Maret, Juni, Agustus dan Nopember adalah bulan-bulan kelahiran kami. Agustus dan Nopember spesial karena kedua kakak perempuanku lahir di Bulan Agustus sedangkan kedua saudara lelakiku (kakak & adik) lahir di Bulan Nopember ๐Ÿ™‚

Hari ulang tahun memang merupakan salah satu hari yang selalu kunanti-nanti di waktu kecil. Selain karena hari itu Simbah & Ibu masak istimewa bagiku juga karena akan ada Apel merah kesukaanku!

Haha…receh sekali ya kebahagiaanku… Tapi saat itu memang sesederhana itulah sumber bahagiaku! Alhamdulillah..

Bagaimana dengan kado ulang tahun?

Naah…inilah hal lain yang berkesan bagi kami. ย Bapak-ibu membiasakan kami untuk memberikan kado spesial bagi yang berulang-tahun. Bukan berbentuk barang berharga lho…melainkan berbentuk sumbangan lagu!

Jadi, di keluarga kami setiap acara ulang tahun adalah ‘pentas seni’ . ย Masing-masing anggota keluarga (kecuali Simbah) akan menyanyikan sebuah lagu bagi yang berulang tahun sebelum / sesudah mengucapkan selamat dan doa bagi yang ulang tahun.

Pilihan lagu bebas, tergantung kesukaan masing-masing penyanyi. Syukurlah koleksi lagu anak saat itu banyak, jadi tidak kehabisan lagu..hehe… Ada yang berganti-ganti lagu setiap tampil, ada pula yang nyanyi lagu ‘wajib’. Bukan lagu wajib dalam arti lagu nasional ya…lagu ‘wajib’ yang dimaksud di sini adalah lagu andalan alias itu-itu saja! ๐Ÿ˜€

Oya, dalam perkembangannya tidak hanya boleh menyanyi saja. Hadiah itu boleh diganti dengan permain musik (biasanya Bapak & mbak keduaku yang milih ini), bisa juga diganti pembacaan puisi eh saat itu kami menyebutnya deklamasi..

Selanjutnya, untuk mendokumentasikan acara ulang tahun itu, kami berpotret bersama (dengan kamera jadul merk Kodak yang bentuknya kotak itu) dan Bapak juga merekam jalannya acara dengan tape recorder kecil. Foto dan kaset-kaset itu di kemudian hari menjadi harta yang sangat berharga bagi keluarga kami.

Kebiasaan merayakan ulang tahun dengan ‘pentas seni’ a la keluarga kami itu -seingatku- berlangsung sejak aku TK hingga lulus SD. Setelah itu, ‘pentas seni’ berhenti. Rupanya, kami sebagai remaja sudah mulai malas menyanyi di muka umum (meskipun hanya keluarga sendiri). Alhamdulillah tradisi kumpul keluarga di hari ulang tahun masih tetap ada, hanya kado lagu pun tergantikan dengan barang.

Acara ulang tahun spesial itu kemudian setelah kami dewasa sering menjadi bahan kangen-kangenan saat kumpul bersama. Menyanyikan kembali lagu-lagu kami saat itu -terutama lagu wajib dari masku- , mengingat masakan / makanan kegemaran masing-masing yang selalu ada di acara ultah, mengingat hal-hal kecil lain yang bikin heboh waktu itu, dan mendengarkan kembali suara kanak-kanak kami (sebelum kasetnya rusak termakan usia), selalu saja mampu menerbitkan rasa bahagia di hati kami dan syukur tak terkira atas kehangatan keluarga yang kami rasakan. Alhamdulillah…

Menceritakannya kembali pada generasi ketiga keluarga kami tentang kenangan indah itu, menikmati rasa ketertarikan mereka, ย juga membuat kami merasa bahwa hal sederhana tersebut ternyata banyak bermanfaat bagi pembentukan kepribadian kami.

Secara tidak langsung, orangtua kami menggunakan seni untuk memperlembut jiwa kami, menguatkan kebersamaan, saling menghargai dan menyayangi serta memupuk rasa percaya diri untuk tampil dengan kemampuan masing-masing. Maturnuwun sanget, Bapak-Ibu….ย  *mbrambang

Teman, itulah sekelumit kenangan masa kecilku yang paling membekas di hati. Bagaimana denganmu, teman? Ada pengalaman tak terlupakan dari masa kecilmu? Share di kolom komen yaa…

Iklan

Penulis: Mechta Deera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

61 thoughts on “Kenangan Ulang Tahun di Masa Kecilku

  1. Wah aku pernah dipestain ultahku yang pertama oleh ortu, emang suka terharu ya mbak mehcta ๐Ÿ˜Š

  2. Keren bangeet tradisinya mba, selain bikin akrab juga bikin pede dan bakat terasah yaa…seruu…

    • Iya mba Dew…kami baru menyadarinya saat sudah dewasa.. Tapi sekarang mau menerapkan hal sama ke anak-anak agak syusyaah… Beda jaman kali yaa..hehe..

  3. Keren bangeet tradisinya mba, selain bikin akrab juga bikin pede dan bakat terasah yaa…seruu…mau deh contooh..

    • Mangga dicoba mba Dew.. Asyik lho mendengarkan kembali (eh kalau sekarang malah bisa menonton kembali momen itu via video) di masa depan…

  4. Duh bahagianya dibesarkan dalam keluarga penuh kehangatan cinta ya mbak๐Ÿ˜Š

  5. Acar ulang tahun dimasa kecil itu selalu bermakna ya mbaa

  6. Wah…bersyukur sekali ya punya keluarga yang harmonis dan memiliki jiwa seni termasuk ayah bundanya. Hal itu harta yang tak ternilai harganya

  7. Alhamdulillah ya mbak Mechta saat itu sudah bisa merekam lagu-lagu meskipun dengan tape recorder kecil, sehingga bisa diputar lagi sebagai kenang-kenangan ๐Ÿ™‚

    Kalau saya moment kumpul dan sangat berkesan itu waktu Lebarab, mbak. Karena kami waktu itu, semasa smp, makan lontong opor bersama-sama dan kami juga abadikan dengan kamera fuji yang masih pakai film gulungan jadul hehe..

    Bahkan saat ini kamera itu masih ada tapi nggak tahu masih bisa dipakai nggak ๐Ÿ™‚

    • Alhamdulillah ya mbak.. kita masih bisa membuka kenangan indah masa kecil kita.. Oya, sekarang harta kami tinggal foto2 yang sudah menguning sedangkan kaset sudah tak bisa lagi diputar…

  8. Keren yaa ritual ulang tahunnyaa, bikin pentas seni a la keluarga. Bisa mengasah keberanian dan jiwa seni ya, Mba. Pasti momen ultah jd ngga terlupakan bgt, ya ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

  9. Wahaha unik yaa kadonyaa. Nanti kalo aku ultah kadoin lagu yaaa

  10. Kereeeen..pentas seni.
    Cobain kapan2 ah..Bikin drama mini gitu yaaa.

    Inspiratif banget nih mbak ..

  11. menyenangkan tapi haru saat mengenangnya ya mbak. kehangatan dan perhatian keluarga itu lo yang paling penting

  12. mbak nyanyiin lagu apa waktu itu..?
    kreatif ya bapak ibu bikin perayaan kecil seperti ini, ulang tahun selalu meriah jadinya ya

  13. Terharuuu,,,hangat banget
    Aku ga pernah ada perayaan, tanggal aja gda yg saling inget

  14. Manis sekali pengalaman masa kecilnya Mbak Tanti. Pentas seni di hari ulang tahun dan diabadikan oleh kodak dan tape recorder. Mestinya selama acara berlangsung meriah sekali ya, penuh gelak tawa dan tepuk tangan…

  15. Berkesan banget nih mba tiap ultah, nggak hanya bagi yang merayakan hari lahir. Tapi juga saudara kandung, kenangan yang tak terlupakan ๐Ÿ™‚

  16. Kadonya unik banget, Mbak. Lagu ya. Lah pada pinter nyanyi semua dong anggota keluarga, Mbak. Sayang, makin besar malah sudah berganti ya kadonya, pada malu2 kucing nih pasti.

  17. Seru ya bisa pentas ala2 gitu, pasti pada excited buat nampilin sesuatu. Sok2 rahasia gt juga ga mba? Hehe…

    • Nggak pakai rahasia2an mbak.. Namanya jg anak2 blom tahu rahasia2an..malah latihan bareng2.. *hihi..latihan bareng ditonton bareng jugak..
      Paling yg kejutan hadiah barang dari Bapak-ibu..

  18. Masa kecil memang menyenangkan, jadi keinget jg masa kecil . .kunbal y

  19. Wah, saya belum pernah ulang tahun dg nasi tumpeng. hihi

  20. bahagianya, Mbaa.. aku belum pernah ngerayain ultah Mba..hehe..

  21. masa kecilku …. ohh.. hmm… gitu deh

  22. Jadi ingat dulu waktu Tk ibu juga mendokumentasikan suaraku saat lagi nyanyi di kaset. Di mana ya sekarang? Btw, ide kadonya unik banget mbak ๐Ÿ™‚

  23. masih inget waktu TK pernah dirayakan ulang tahun dengan teman-teman sekolah. Rasanya keren banget. hehehe….

  24. Kebersamaan istimewa di HUT istimewa ya Jeng. Luar biasa cara alm Simbah dan Bapak marajut seni dalam keluarga. Sekarang didaurulang kah dalam keluarga Eyang? Salam hangat

  25. Keren nih mba tradisi perayaan ultahnya, blm pernah nemu yg pake kado lagu gini. Bisa nih dijadiin ide dengan bentuk kado yg sedikit dimodif untuk keluarga kecilku ๐Ÿ˜‰

  26. Jd inget dulu jaman kecil kalo ulang tahun aku minta selalu dirayakan hahhaa…paling ga dapet kado lah dr mama papa kakak n adik. Sampai sekarang aku yg paling apal ulamg tahun amggota keluarga n selalu kasih hadiah terutama saat ultah mama

  27. ulang tahun memang selalu menjadi acara yang ditunggu2 setiap anak ya budeee

  28. baik anak kecil atau orang dewasa akan terharu saat diberi kado apalagi dirayain ya mba

  29. Aku kalau ultah paling dibikinin bubur merah putih aja sih, Mbak. Nggak pernah dirayain :)))

  30. Keren…bisa nih dipraktekin dirumah :D.. aq pernah dibikinin nasi kuning sama ibu dan dibikinin replika ayam dr telur ayam dan puyuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s