Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Curhat Antar Sahabat

42 Komentar

Persahabatan bagai Kepompong… (Sumber foto : Pixabay)

……

Persahabatan bagai kepompong

mengubah ulat menjadi kupu-kupu

persahabatan bagai kepompong

hal yang tak mudah berubah jadi indah

Persahabatan bagai kepompong

maklumi teman hadapi perbedaan

persahabatan bagai kepompong

na na na na na..

……

Itu adalah sepenggal lirik lagu KEPOMPONG dari SIND3NTOSCA yang sempat booming beberapa waktu lalu. Sebuah lagu yang mengingatkan kita akan indahnya sebuah persahabatan, suatu hal yang patut kita syukuri dan kita pertahankan tentunya.

Bagaimana denganmu, kawan? Berapa jumlah sahabat yang kalian punyai? Kuyakin, minimal kalian punyai seorang sahabat, dan pasti lebih banyak dari kalian yang memiliki lebih dari satu sahabat, dari kecil hingga saat ini.

Aku sendiri -alhamdulillah- memiliki beberapa sahabat dengan berbagai latar belakang berbeda. Ada sahabat sejak SMP, SMA, kuliah hingga sahabat di lingkungan kerja dan yang terakhir ini adalah sahabat dari dunia maya -yang sama hangatnya dengan sahabat di dunia nyata- hasil dari menggeluti hobby selama beberapa tahun belakangan ini. Sungguh kusyukuri karunia-NYA ini…

Dalam menjalani persahabatan tentunya tidaklah mulus ya… Ada naik-turunnya, ada suka dukanya, mungkin itu yang membuat jalinan persahabatan menjadi lebih indah ya.. πŸ™‚

Oya, kali ini aku ingin cerita tentang curhat antar sahabat. Kenapa? Karena sesi curhat hampir selalu ada antara dua orang yang bersahabat! Haha… Jangan tanyakan kesahihan ‘teori’ itu ya, karena itu mah teori asal-asalan dariku, berdasarkan pengalaman pribadi, yang sering jadi tempat curhat namun juga tak kalah sering jadi pelaku curhat. hehe…

Curhat antar sahabat.. (sumber foto : Pixabay)

Senang nggak sih jadi tempat curhat sahabat?

Ya, senang gak senang sih… Senang, karena itu berarti dia percaya padaku, lebih dari orang lain, karena tentunya dia tak akan curhat pada orang yang tak dipercayainya. Tapi ada susahnya juga, terutama kalau curhatnya diawali /diakhiri dengan kata-kata “jangan bilang siapa-siapa ya…”

Nah curhat yang tipe begitu itu kadang-kadang membuat beban tersendiri bagi yang dicurhati.Β  Menjaga rahasia, bukan hal yang mudah, bukan? Bagaimana caranya agar ‘biar pecah di perut jangan pecah di mulut’. Waah…malah jadi berperibahasa deh aku..haha…

Β Apa saja sih yang sering dicurhatkan antar sahabat?

Hm, itu juga tergantung dari seberapa terbuka sifat dari ‘pencurhat’ ya.. Ada yang terlalu terbuka hingga hal pribadi yang sekecil-kecilnya dicurhatkan, ada yang curhat masalah tertentu yang sangat membebani saja, ada pula yang masalah-masalah umum saja…eh, yang terakhir ini curhat atau nggosip ya?? hihi…

Aku pribadi lebih memilih untuk menyeleksi hal-hal yang akan kucurhatkan meskipun dengan sahabat yang kupercaya. Entahlah, mungkin karena pada dasarnya sifatku sendiri tak terlalu terbuka ya? Nyatanya memang selama ini lebih sering jadi pendengar daripada pembicara..hehe…

Nah, bagaimana menanggapi sahabat yang sedang curhat?

Kalau aku, akan memberikan tanggapan sesuai dengan keinginan dari Si pencurhat saja. Ada yang hanya ingin didengarkan, maka aku akan berusaha menjadi pendengar setia. Bila dimintai pendapat, baru aku berusaha memberikan pendapatku, bisa sependapat dengannya ataupun berbeda pendapat, tak masalah asalkan diutarakan dengan baik-baik. Meskipun bersahabat kalau beda pendapat secara frontal tentunya bisa sakit hati juga, kan? Tentunya kita sebatas mengemukakan pendapat / pandangan, masalah digunakan / tidak, itu hak dia sepenuhnya.

Yang paling berat bagiku adalah saat sahabat curhat namun isinya keluhan semua. Nah, capai hati juga mendengarnya… Kalau sudah begitu, aku berusaha nylimur atau mengalihkan perhatiannya dan membangkitkan semangatnya sedapat mungkin. Kalau tidak berhasil? Yah, pasrah saja, menjadi pendengar namun dengan menguatkan hati, agar tidak ketularan jadi lembek! πŸ™‚

Berdasarkan pengalamanku menjadi tempat curhat, aku jadi membatasi diri untuk curhat walau dengan sahabat. Takut sedikit banyak bisa memberikan beban bagi sahabat tempat curhat. Aku lebih memilih jadi tempat curhat saja, minimal bisa membuat sahabat lega setelah mengeluarkan uneg-unegnya…

Eh, tapi ada manfaatnya juga lho mendengarkan curhat sahabat itu. Salah satunya, bisa menjadi sumber ide bagi karya kita. Aku juga sudah pernah mengalaminya. Beberapa curhat sahabat menjadi ide penulisan beberapa tulisanku ( salah satunya adalah kisah inspiratif “Dua Surga” yang terangkum dalam Antologi “11 Warna Pelangi Cinta” ) dan beberapa yang lain terangkai dalam bentuk puisi. πŸ™‚

Nah, itu ceritaku tentang curhat antar sahabat, memenuhi tema arisan link Blogger Gandjel Rel yaitu “Sahabat” yang dicetuskan oleh Tina dan mba Nunung.Β  Ada pengalaman juga tentang sesi curhat-curhatan ini, teman? Jadi pencurhat atau tempat curhat? Bagi-bagi cerita di komen yaa…

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

42 thoughts on “Curhat Antar Sahabat

  1. curhat pribadinya jangan sama non mahrom lho ya

  2. Aku juga termasuk pilih-pilih curhat event pada sahabat terdekat sekalipun. Bagaimanapun setiap orang punya masalah. Jangan sampai masalah yang aku curhat di membuat bebannya Bertambah berat… Hehe tapi Yang Sejujurnya adalah aku kurang nyaman curhat hal-hal yang pribadi sekalipun dengan sahabat dekat. Mungkin ini disebut tertutup. Entahlah aku hanya senang berbagi hal-hal yang menyenangkan pada mereka. Kalau hal-hal yang menyusahkan Lebih baik aku simpan sendiri atau curhat pada orang tua atau Kakak kandungku

  3. Ada yg curhat modus ya ada,,,heuheu

  4. yang penting tetep dalam koridor curhat ya mbaa, jangan melipir nanti jadinya ghibah hehe

  5. Aku konon rada introvert mba, jadi seringnya tempat curhat hehe

  6. Sama sahabat aku nggak pernah curhat, malah jadi tempat curhat mbak

  7. Semenjak nikah saya jadi jarang curhat atau jadi teman curhat orang orang. Secara udah jarang main hehe..tapi ada tenang nya jg mb cz terbebas dr gosipin orang ehehe..

  8. Yap jgan terlalu percaya sama org lain ,hendakny kita mengadu ke tuhan . .

  9. wah iya bener mbak dulu juga pernah jadi cerpen tuh curhatannya sahabats. dan masih inget banget tulisan mbak mechta yang keren di buku kita πŸ™‚

  10. Yes, curhat itu penting banget y mba biar ga jadi jerawi…hehehe.
    Punya teman curhat 1 sampai 2 orang. Lainnya lebih jadi pendengar setia….hahaha

  11. Mohon maaf lahir batin mbak Mechta, baru bisa BW arisan ni hehe..

    Iya curhat pada sahabat itu penting kalau kita lagi galau ya mbak, tapi harus lihat-lihat orangnya dulu, dia bisa dipercaya enggak? Tapi biasanya kita sudah faham dong ya mana sahabat yang bisa diajak curhat secara aman, nyaman dan terkendali, hehe..

  12. Curhat ke sehabat memang bisa mengangkat sedikit beban perasaan kita. Aku juga sendiri suka curhat ke sahabat saya jika ada persoalan, hehehe… biar agak sedikit plong hati ini.

  13. Tulisan yang bagus mbak. Aku sendiri biasanya nggak curhat tapi dicurhatin, jadi udah sering banget dengerin temen-temen aku cerita soal permasalahan hidupnya.

  14. Mohon maaf lahir dan batin sebelumnya.

    Memang yang paling males kalo ada temen yang curhat tapi isinya ngeluh mulu. Bukannya kenapa-kenapa, jadinya energi negatifnya ikut ketular ke saya. Kan saya yang jadinya ikut-ikutan negatif, huhuhuh…

  15. Curhat ama sahabat memang paling enak deh pokoknya, karena sahabat bisa ngasih kita masukan yang sering bikin kita lebih nyaman dan tenang.

  16. Curhat itu memang cukup penting dilakukan, karena untuk membagi pikiran agar lebih enteng. Kalo dipikirin sendiri takut-takutnya malah bikin kita sakit.

  17. Tulisan yang bagus mbak, saya juga dulu ngefans banget sama lagu kepompong ini, ampe sempet bikin geng yang namanya geng kepompong.

  18. Sebelumnya Mohon maaf lahir dan batin mbak.
    Tulisannya juga bagus kok, mengenai hubungan persahabatan yang merupakan salah satu topik kesukaan saya.

  19. Saya sih seneng-seneng aja dicurhatin, selama yang curhat juga seneng-seneng aja saya curhatin hehehe… kan gak lucu kalo saya dengerin curhatan temen saya, tapi temen saya nggak mau dengerin pas saya mau curhat.

  20. Soal curhat2an ini meski aq termasuk org yg akeh omonge, ternyata aq lebih banyak dicurhati mba drpd curhat hihiiii…. Terutama sama teman kantor yg hobi ‘konseling’ sama aq. Keblondrok ketoke mereka πŸ˜€πŸ˜€

  21. jadi ingat lagu itu yaaa. mau juga dong jadi kupu-kupu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s