Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati

Libur Lebaran : Liburanku yang Paling Berkesan

19 Komentar

Hai … Pa kabar, teman-teman?

Mumpung masih Syawal… Mohon maaf lahir batin, ya… Bila selama silaturahmi kita melalui blog sederhana ini, ada tulisan, foto-foto atau komen-komenku yang kurang berkenan, mohon teman-teman sudi memaafkan.. Semoga silaturahmi kita semakin erat dan hangat di masa yang akan datang, Aamiin..

Oya, teman-teman masih liburan atau sudah mulai beraktivitas lagi nih? Libur lebaran memang telah usai, namun libur sekolah masih berlangsung hingga tengah bulan ini kalau tidak salah, jadi untuk yang masih libur kuucapkan selamat menikmati sisa liburan dan tentunya bagi yang sudah kembali ke rutinitas pekerjaan maka selamat beraktivitas sambil mengenang liburan yang baru saja berlalu..hehe…

Ngomong-ngomong, bagaimana liburan kemarin? Sangat berkesan, cukup berkesan atau biasa-biasa saja alias berlalu tanpa kesan? Hehe.. maafkan jika aku kepo ya teman.. Itu karena tema arisan Blogger Gandjel Rel kali ini bertemakan ‘Liburan yang Paling Berkesan’ , yang merupakan tema dari dua blogger keren yaitu MomTraveler Muna Sungkar  & yang punya banyak tips keren Wuri Nugraeni

Hm, kalau ditanya mana liburanku yang paling berkesan, aku agak bingung menjawabnya. Alhamdulillah, bagiku semua liburan berkesan indah. Tapi karena yang ditanya adalah yang ‘paling’, maka setelah dipilah-pilih –halaaah, kaya’ milih apa wae..hehe- maka liburan paling berkesan bagiku adalah Libur Lebaran.

Kenapa?

Hm, pertama, karena Liburan & Lebaran adalah dua hal menyenangkan yang semakin terasa menyenangkan bila disatukan! Haha… Keduanya adalah dua momen yang sangat kunanti-nanti.

Yang kedua, biasanya pada saat libur lebaran itu bisa bertemu dengan kerabat atau sahabat yang lama tak berjumpa. Silaturahmi dengan keluarga terasa semakin akrab dan hangat saat bertemu di acara keluarga usai lebaran, demikian pula biasanya reuni-reuni diadakan pada masa liburan ini…mumpung sama-sama mudik..hehe… Kemasan acara silaturahmi ini juga beragam : ada yang kumpul & makan bersama, ada yang piknik bersama, ada yang saling mengunjungi, dan yang paling sering adalah acara Halal bi halal tentunya 🙂

Nah, bagaimana dengan Libur Lebaranku kali ini? Berkesan juga kah?

Oh tentu saja!

Berbeda dengan libur lebaranku di tahun-tahun lalu, libur kali ini lebih banyak di rumah saja, meskipun hari liburnya justru lebih panjang yaitu total 10 hari. Alhamdulillah..

Ya, biasanya libur lebaranku memang lebih banyak di luar kota ( Semarang, Salatiga, Solo, Jogja, Tegal, Brebes), namun karena kesehatan ibu yang kurang baik di akhir Ramadhan lalu, maka kali ini aku tunggu brok alias di rumah saja bersama ibu, menunggu kakak-kakak & keponakan yang mudik ke rumah kami dan kebetulan giliran acara silaturahmi Bani Kasijo ( Keluarga Besar dari ibu ) tahun ini juga di rumah kami yaitu pada H+2 kemarin.

Jadi, kalau biasanya H-2 lebaran kusibuk berkemas dan bergegas menuju rumah keluarga di Semarang tempat Keluarga Besar kami berkumpul merayakan lebaran, maka kali ini kesibukanku beda.  Bersih-bersih rumah dan siap-siap masak.

Hah, masak? Nggak salah tuh? Si Awam Dapur masaaaak???

Hehe… Teman-teman, kalian nggak salah baca kok. Itulah istimewanya libur lebaranku kali ini : Si Awam Dapur ini mencoba berakrab-ria dengan dapur seisinya, berusaha menyiapkan 3 jenis masakan lebaran peneman Ketupat : Gudeg, Opor dan Sambal Goreng.

Hihi…masakan-masakan yang biasa saja sebenarnya ya..di dapur-dapur lain mah itu juga sering muncul. Tapi bagiku cukup luar biasa, terutama untuk Gudeg & Opor, karena bumbu-bumbunya full team alias beraneka ragam, untuk sehari-hari biasanya aku memilih beli saja..haha… Tapi, untuk hari khusus seperti Lebaran ini, beda dong.. Demi menyenangkan hati ibu -yang biasanya selalu masak semuanya sendiri, tapi sekarang tak bisa lagi- maka mbuh piye carane aku berusaha menggantikan ibu memasak. Nah, agar lancar jaya urusan masak kedua jenis ini akupun ingak-inguk dapurnya para food-blogger 🙂

Hari terakhir puasa, seperti biasa adalah hari yang sibuk bagi kami. Dimulai dengan membuat selongsong ketupat bersama ibu, sementara adikku sibuk meng-eksekusi gorinangka muda- yang beberapa hari sebelumnya sudah ‘diimpor’ dari pohon kami di rumah Semarang. Selanjutnya upleg di dapur hingga ketika Takbir mulai berkumandang, akhirnya ketiga masakan itu telah siap santap untuk lebaran esok hari, tinggal menunggu ketupat saja. Alhamdulillah…

Bahagia rasanya berhasil menyajikan menu lebaran lengkap bagi ibu dan keluarga kami, meskipun ternyata kakak-kakakku tak bisa datang pas hari-H dan menu ‘lengkap’ itu hanya kami nikmati berempat saja, tak apalah… Yang penting ibu suka…

Setelah lebaran, acara berikutnya yang harus dipersiapkan dengan matang adalah Silaturahmi Bani Kasijo pada H+2. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, meskipun tak selengkap tahun lalu pesertanya. Ada beberapa keluarga dari Keluarga Besar Tegal yang tidak bisa hadir, demikian pula keluarga kakak dari Brebes berhalangan.  Namun tetap hangat dan gayeng acara kumpul keluarga yang hanya setahun sekali ini. Mudah-mudahan tahun depan lebih lengkap lagi pesertanya.

Oya, kebahagiaan ibu bertambah lagi ketika pada H+3 cucu-cucu kesayangan dari Jogja akhirnya datang. Ya, memang cukup lama ibu berpisah rumah dari kedua momongan-nya ini, tepatnya sejak ibu boyong kembali ke Pekalongan setelah almh mbakku tiada, 2 tahun lalu.

Alhamdulillah, hati yang bahagia rupanya membuat ibu lebih sehat, sehingga kemudian pada H+5 beliau cukup kuat untuk melakukan perjalanan ke luar kota, nyekar alm. Bapak dan Simbah-simbah di Semarang, bahkan bablas ke Jogja mengantar pulang kedua cucu sekaligus nyekar ke makam mbakku.

Nah, itu dia cerita libur lebaranku kemarin, salah satu liburan yang berkesan indah bagiku. Bagaimana dengan cerita liburanmu, teman? Bagi cerita di kolom komen yaa…

Iklan

Penulis: mechtadeera

ASN yang bekerja dan berdomisili di Kota Pekalongan, blogger ( https://mechtadeera.wordpress.com dan http://mechta.blogdetik.com ) dan penulis buku : Notes from Mecca (memoar); Janji Pagi (kumpulan puisi); Tentang Mimpi dan Kaca yang Telah Pecah (kumpulan cerpen).

19 thoughts on “Libur Lebaran : Liburanku yang Paling Berkesan

  1. Liburanku seperti biasa… Aku di pacitan istri di boyolali, waktu liburan yang mepet membuat aku dan istri berpisah tiap tahun

  2. senengnya mbak masih bisa masakin orang tercinta, terutama orang tua… *sungkem ah.. :))

  3. Mau di manapun tempatnya asal bersama keluarga selalu menyenangkan dan berkesan ya mbak

  4. Alhamdulillah, liburan Lebaran memang paling dinantikan ya mba, waktunya ngumpuuul..

  5. Sekaligus jd tour leader y mba’yuuu…..hihihi

  6. Sungkeman masih ada di rumah mertuaku ponorogo, kalau di rumah ortu garut bandung mah salim sun tangan dan sun pipi 😊

  7. heuheuuu kangen pekalongan

  8. setuju liburan lebaran memang selalu berkesan. Makasih ya dah nulis *muach

  9. Libur saat lebaran emang paling berkesan, apalagi kalo keluarga bisa ngumpul semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s