Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


29 Komentar

Wedang Apel – Sereh

Sore wingi aku mbukak-bukak maneh tulisan-tulisan lawas nang blog  iki, jebule wis suwe nemen aku ora nulis nganggo basa Jawa.

Lhah, jare karep nguri-uri basa Jawa..lha kok durung bisa ajeg nulis nganggo basa ibuku iki, sanajan mung sewulan pisan..apa maneh kok seminggu pisan pas dina Kamis Jawi kaya sing dingendikaake Pak Gub.. 😦

Amarga saka iku, dina iki tulisanku nganggo basa Jawa maneh, ah… Nanging arep nulis bab apa ya?

Ah iya, wektu iki aku arep nulis bab Apel lan Sereh wae. Lha..ana sesambungan apa antarane Woh Apel karo tanduran Sereh sing biasa kanggo bumbon iku? Baca lebih lanjut


17 Komentar

Berubah sungguh tak mudah …

Sarapan itu penting, sebagai ‘bekal’ selama kita beraktifitas seharian. Begitu yang selalu disampaikan oleh nenek dan ibu kami, sehingga sarapan yang cukup -biasanya dengan ‘menu berat’- selalu mengawali pola makan keluarga kami sejak dahulu.

Eh, sebentar… ‘Pola Makan‘ atau ‘Kebiasaan Makan‘ ya? Apa bedanya dua istilah itu?

Menurut hasil browsing, ternyata kedua istilah itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama merupakan tindakan yang dilakukan setiap hari, terus-menerus, dan dalam waktu yang relatif lama.  Adapun perbedaannya adalah Pola Makan bersifat lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman.  Sedangkan Kebiasaan Makan lebih personal sifatnya, terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makan di setiap rumah tangga. Makan 3 kali sehari, itu salah satu contoh pola makan. Mengkonsumsi buah setelah makan, itu salah satu contoh kebiasaan makan.

Hm, kalau begitu, lebih tepat disebut bahwa kebiasaan makan di keluarga kami adalah mengawali hari dengan sarapan. Nenek dan ibu selalu memastikan kami menghabiskan sarapan yang telah tersedia setiap pagi.  Selain itu, ketepatan waktu makan juga menjadi perhatian besar di keluarga kami, alhasil sejak kecil hingga remaja kami telah terbiasa dengan kebiasaan dan pola makan teratur tersebut. Baca lebih lanjut


10 Komentar

Cabe Jawa, tumbuhan merambat berkhasiat obat.

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar / membaca kata ‘Cabe Jawa‘, teman?

Tadinya aku langsung memikirkan kata ‘lombok‘ yang merupakan sebutan dalam bahasa Jawa untuk kata Cabai / Cabe ( Capsicum spp).

Dan ternyata… itu salah…

Penampakan sang Cabe Jawa itu..sama sekali berbeda dari buah Cabai yang selama ini kukenal sebagai salah satu tanaman sayur bahan sambal yang berwarna-warni : ada merah, hijau, putih kehijauan, kuning kemerahan dll itu…

Nah… ini dia penampakan buah dari buah  Cabe Jawa itu :

cabejawa

Cabe Jawa ( piper retroractum )

Baca lebih lanjut


8 Komentar

Ketika kerlip asa mereka memudar…

Anak adalah harapan keluarga.  Kehadirannya dalam sebuah keluarga sangatlah dinantikan.  Peristiwa kelahiran dalam suatu keluarga hampir selalu menjadi peristiwa bahagia yang tak hanya dinikmati oleh keluarga inti itu namun juga oleh keluarga besarnya.  Ya, karena buah cinta kasih yang merupakan penerus suatu keluarga itu merupakan ‘harta’ yang tak ternilai harganya.

Oleh karena itu, kesehatan & kesejahteraan anak adalah merupakan hal utama dalam sebuah keluarga.  Bukankah banyak orang-tua yang mengorbankan kebutuhannya atau kebutuhan sekunder keluarga demi pemenuhan kebutuhan kesejahteraan anak yang merupakan salah satu kebutuhan primer keluarga?

Lalu bagaimana bila anak harapan keluarga itu divonis mengidap suatu penyakit dengan harapan hidup yang kecil prosentasenya? Kanker misalnya… Baca lebih lanjut


22 Komentar

Gizi Buah Pepaya – Workshop Online “All about Pepaya”

Masih ingatkah tentang Workshop Online “All about Pepaya” yang berlangsung pada 1- 30 April 2013 yang lalu? Ini adalah sebagian  ‘oleh-oleh’ dari Workshop yang diselenggarakan oleh IKA FAPERTA IPB itu.  Maaf, baru sempat menuliskannya… Silahkan disimak, teman… 🙂

***

GIZI BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.). 

Oleh Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD,
DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA IPB.

Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Baca lebih lanjut