Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


16 Komentar

Plesir maring Banjarnegara (1) : Surya Yudha, The PIKAS & GenPI Banyumasan

Banjarnegara. Bila mendengar kata itu, apa yang langsung terbayang olehmu, teman? Dawet Ayu, Tempe Kemul, Dieng, Keramik, Batik, rafting?

Ya, memang banyak sekali potensi yang ada di Kabupaten Banjarnegara ini, sangat menarik untuk dieksplor satu persatu ya… Itu sebabnya aku sangat senang dan semangat ketika beberapa waktu lalu mendapat tawaran untuk ikut Famtrip Blogger dan Media ke Banjarnegara pada 10-12 Nopember 2017.

Semangat sekali sehingga dibela-belain ambil cuti sehari di kantor karena acara itu akan dimulai pada hari Jumat pagi yang notabene bukan hari libur kami, hehe… Alhamdulillah izin cuti disetujui dengan mudah, sehingga aku berhasil ikut acara keren ini. Sungguh tak menyesal karena benar-benar seruuuu…

Mau tau cerita keseruannya? Yuuk..maree…simak ceritaku selanjutnya yaa… Baca lebih lanjut

Iklan


7 Komentar

Ngangsu Kawruh di Hydroponic Agrofarm Bandungan

Lalang Ungu. Bandungan. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata itu, teman?

Pasar?

    Bunga?

         Buah?

              Villa?

                     Daerah sejuk?

                          Kabupaten Semarang?

Yak…semua benar! 😀

Menurut Wikipedia, Bandungan adalah nama sebuah wilayah di Kabupaten Semarang, yang merupakan kecamatan baru, pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Jambu.

Bandungan terkenal dengan pasar tradisionalnya yang berlokasi strategis yaitu di pinggir jalan utama Bandungan, di mana pengunjung dapat membeli aneka buah maupun makanan khas Bandungan seperti Tahu Serasi, Kerupuk Opak maupun Torakur alias Tomat Rasa Kurma.

Selain aneka buah -yang paling sering dicari orang adalah Kelengkeng dan Alpukat- bagi pecinta bunga hias Bandungan adalah surganya. Deretan kios-kios penjual bunga hias ini ada di sepanjang trotoar jalan utama. Warna-warni yang sangat menyegarkan mata!

Sebagaimana daerah beriklim sejuk lainnya, ada banyak hotel, motel maupun villa-villa yang bertebaran di Bandungan ini. Pilih saja yang paling sesuai dengan kebutuhan dan ketebalan dompet anda! Hehehe..

Nah, itu dia sekilas info tentang Bandungan, yang menjadi lokasi pengalaman belanjaku yang anti mainstream dan akan kutuliskan kali ini.

Memangnya bisa belanja apalagi di Bandungan selain yang sudah disebutkan sebelumnya?

Masih ada lagi dooong….yaitu : Belanja ilmu alias ngangsu kawruh! Baca lebih lanjut


26 Komentar

Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab Semarang

Lalang Ungu. Sebagaimana telah sering terjadi di keluarga kami, susah sekali merencanakan pergi bersama. Seringkali rencana yang sudah dibuat gagal terlaksana karena satu dan lain hal, dan bahkan pengalaman membuktikan bahwa acara mendadak justru seringkali berhasil! 😀

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja ibu ngersake diantar ke Salatiga -kota kelahiran kami- karena merasa kangen dengan satu-satunya eyang yang masih ada dan juga karena pada libur lebaran yang lalu kami tidak sempat bersilaturahmi ke Salatiga seperti tahun-tahun sebelumnya.

Nah, ketika sampai di rumah Semarang, tiba-tiba saja aku kok pengen jalan-jalan bareng dan mengusulkan untuk jalan-jalan dulu ke Bandungan, atau sekalian ke Gedong Songo saja yang sudah cukup lama tidak kami kunjungi…dan usul itu diterima oleh semua! Ahay…asyiknya…

Akhirnya pada hari Sabtu 2 minggu yang lalu, kami sekeluarga pun menuju salah satu lokawisata di Kab. Semarang itu. Alhamdulillah perjalanan dari Semarang – Bandungan lancar, mungkin karena masih pagi sehingga lalu lintas tak terlalu padat. Sekitar 1 jam dari Semarang kami sampai di Pasar Bandungan, terus naik lagi ke atas menuju Gedong Songo.

Sekitar jam 9 pagi kami sampai di kompleks candi hindu yang terletak di Dusun Darum Desa Candi Kec. Bandungan Kab. Semarang itu, namun pengunjung sudah terlihat banyak. Mobil sudah tidak dapat parkir di area wisata, namun di tepi jalan beberapa puluh meter sebelum gerbang lokawisata… Ok, uji kaki sudah dimulai dari sini..hehe…

Baca lebih lanjut


10 Komentar

Belanja Oksigen di Rumah Pohon Tombo Bandar

Lalang Ungu. TOMBO. Pernah dengar kata itu? Kalau dalam bahasa Jawa, arti dari kata ‘tombo’ adalah ‘obat’. Ternyata, di daerah Bandar Kab Batang Jawa Tengah, ada desa yang bernama Tombo, yang ternyata benar-benar bisa menjadi obat, khususnya bagi para penderita ‘kurang piknik’ seperti diriku..hehe…

Konon kabarnya, di Desa Tombo itu terdapat sebuah tempat wisata yang cukup nge-hits, yaitu Rumah Pohon. Nah, sudah lama diriku yang kurang piknik ini ingin sekali menikmati pemandangan alam nan indah dari suatu perbukitan yang menjadi salah satu daya tarik dari wisata satu ini. Rumah pohon ini di daerah perbukitan yang masih asri dan bebas polusi, nah…tempat yang pas buat belanja oksigen banyak-banyak, bukan? 😀

Beberapa kali berencana datang ke sini dengan teman-teman yang berbeda, namun belum juga kesampaian, hingga akhirnya di libur Hari Raya Idul Adha yang lalu justru aku berkesempatan mengunjungi lokasi itu dengan keluarga tercinta. Alhamdulillah… Baca lebih lanjut


12 Komentar

Ibu, kita jalan-jalan yuuk…

Hai teman, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia yaa…

Tulisanku kali ini, untuk menjawab pertanyaan pada Arisan Blogger Gandjel Rel ke-6, yang datang dari dua member kece nya, yaitu Dwi Septia yang punya Dwi Septia’s Blog dan Winda Oei pemilik blog Winda Oei Random Thougts .

Pertanyaannya adalah “Siapa orang yang paling ingin kau ajak traveling?”

IBU.

Ya, orang yang paling ingin kuajak traveling saat ini adalah ibuku, orang yang paling ingin kubahagiakan saat ini.

Kenapa?

Alasan utamanya ya itu sudah kusebutkan di atas : ingin membahagiakan ibu. Saat ini karena kondisi kesehatan ibu yang ‘naik-turun’ ibu jadi jarang bepergian, padahal ibu pada dasarnya adalah orang yang aktif.

Rasanya baru kemarin dulu ibu masih wira-wiri Pekalongan – Semarang – Jogja tiap kali beliau menginginkan, bahkan tidak harus menunggu diantar, ibu sering bepergian sendiri dengan naik kendaraan umum (hal yang sering menjadi bahan perdebatan berkepanjangan dengan kami ).

Jadi, kondisi sekarang karena keterbatasan gerak beliau, mungkin membuat beliau seperti terkungkung. Ingin rasanya mengajak beliau refreshing, jalan-jalan ke tempat-tempat baru atau tempat-tempat penuh kenangan yang ingin beliau kunjungi lagi, agar beliau lebih semangat, lebih bahagia…

Selain itu, keinginanku mengajak ibu bila ada kesempatan liburan adalah karena bila pergi liburan sendiri dalam waktu lama meninggalkan beliau saat ini, maka akupun tak akan merasa nyaman. Pasti kepikiran terus : bagaimana kondisi beliau di rumah? jangan-jangan keluhan sakitnya datang lagi? apakah …? jangan-jangan…? … Dan hasil akhirnya adalah tidak akan bisa menikmati liburan itu.

Ya, itu sih keinginanku. Namun tampaknya, keinginan itu memang belum bisa terpenuhi dengan segera.Rutinitas kerja masih belum bisa ditinggalkan untuk cuti dan melakukan perjalanan dengan ibu saat ini.

Eh tapi…memangnya bisa, melakukan perjalanan dengan Lansia?

Siapa bilang tidak bisa? Tentu saja kita bisa melakukan perjalanan yang nyaman dengan orang yang sudah lanjut usia, asalkan sebelumnya telah kita siapkan benar-benar perjalanan tersebut.

Meskipun belum bisa bepergian sekarang-sekarang ini, tak ada salahnya kalau aku mencari informasi apa saja yang harus dipersiapkan agar Lansia dapat melakukan perjalananyang nyaman. Syukurlah, saat ini cukup mudah mencari informasi-informasi yang kita butuhkan ya…

Berdasarkan hasil gugling dan cari info sana-sini, berikut ini adalah beberapa harus hal yang kita persiapkan benar-benar saat merencanakan traveling / perjalanan dengan Lansia :

  • Destinasi / Tujuan wisata. Tujuan wisata perlu diperhatikan, tentunya dipilih lokasi yang tidak terlalu jauh / memakan waktu lama dalam perjalanan, tidak menguras tenaga Lansia, mempunyai akses mudah ke layanan kesehatan terdekat.  Melibatkan Lansia dalam memilih tujuan akan menjadikan liburan ini lebih berkesan karena dilewatkan di tempat yang sesuai dengan minatnya.

Ibu selalu suka Wisata Alam…

  • Jadwal kegiatan. Lansia tentunya mempunyai keterbatasan dalam hal tenaga dan kemampuan fisiknya. Oleh karena itu, hindari menyusun jadwal kegiatan yang terlalu padat dalam perjalanan bersama Lansia. Itinerary yang tidak melelahkan sangatlah penting. Upayakan jarak antar lokasi tujuan berdekatan, juga jangan terlalu banyak tujuan dalam satu hari sehingga waktu untuk menikmati masing-masing lokasi lebih longgar dan tidak terburu-buru.

Santai…tidak perlu terburu-buru… Sempatkan waktu istirahat agar tidak terlalu capai…

  • Transportasi yang aman dan nyaman. Ini penting, terutama bila harus melakukan perjalanan beberapa jam. Perlu diperhatikan pula kesempatan istirahat di perjalanan agar Lansia tidak terus menerus duduk dalam waktu lama. Lansia dapat sejenak meluruskan kaki & punggung, berjalan-jalan sebentar mungkin, atau menuntaskan keperluan ke kamar kecil. Bus umum tentunya sangat tidak disarankan karena kurang bisa mengakomodir keperluan Lansia tersebut.
  • Penginapan yang nyaman dan ‘ramah Lansia’. Tempat menginap perlu mendapat perhatian khusus. Tidak harus mahal, namun penting bersih dan nyaman sehingga Lansia dapat tidur dengan nyenyak untuk memulihkan tenaga setelah beraktifitas seharian. Yang dimaksud ‘ramah Lansia’ di sini adalah memberikan kenyamanan dan keleluasaan gerak bagi Lansia, misalnya tangganya tidak tinggi, lantai bersih dan tidak licin, tersedia air panas, masakan sesuai untuk Lansia, dll.

Utamakan penginapan yang aman dan nyaman untuk Lansia

  • Obat-obatan dan peralatan khusus. Bantu Lansia saat packing, jangan sampai ketinggalan obat-obatan khusus maupun peralatan khusus / alat bantu sesuai kondisi Lansia. Perhatikan juga pakaian yang nyaman sesuai kondisi tempat yang akan didatangi, misalnya  pakaian hangat bila cuaca / tempat yang akan didatangi relatif dingin, dll. Waspadai selalu kondisi kesehatan Lansia dengan mengecek setiap hari selama perjalanan, dan segera berobat bila terjadi gangguan kesehatan.
  • Asuransi Perjalanan. Hal ini sebenarnya memang penting untuk para pejalan di segala usia, terlebih bagi Lansia, untuk berjaga-jaga apabila tiba-tiba sakit atau terjadi hal buruk yang tidak diingatkan.

Selain itu, karena keamanan dan kenyamanan ibu -yang sudah Lansia- menjadi hal yang utama maka tips-tips traveling bagi Lansia berikut ini perlu juga kuperhatikan :

  • Tidak berlebihan dalam berpakaian dan mengenakan perhiasan.  Hal ini penting untuk meminimalisir niat jahat dari orang lain.
  • Traveling tidak menjadi alasan untuk lalai menjaga kesehatan. Ingat selalu untuk minum obat yang rutin harus diminum. Nah, selain mengingatkan obat-obatan yang harus dibawa, tentu kunanti harus mengingatkan saat-saat obat harus diminum secara rutin.
  • Jaga Pola Makan dan Makanan. Nah, meskipun dalam suasana liburan namun  Pola Makan tetap harus diterapkan, demikian juga dengan menjaga makanan yang dikonsumsi. Hal ini penting agar kesehatan tidak terganggu selama perjalanan.
  • Selalu apdet keberadaan selama perjalanan. Penting untuk keluarga / kerabat mengetahui keberadaan Lansia selama perjalanan agar dapat terpantau dan segera tertangani bila ada keadaan darurat.

Nah, itu beberapa informasi persiapan perjalanan dengan Lansia yang telah kukumpulkan, sebagai pedoman apabila segera tiba kesempatan untuk kembali jalan-jalan dengan ibu tersayang. Semoga kesempatan itu segera tiba. Mohon doanya ya temaaan…

Sehat-sehat ya Mah…mudah-mudahan kita bisa segera jalan-jalan lagi…. Aamiin…


10 Komentar

Ngadem di Museum Batik Pekalongan

Seperti yang sudah kutuliskan di post sebelumnya, libur Lebaran selalu istimewa karena perjumpaan dengan kerabat yang lama tak bersua karena terpisah jarak, di antaranya adalah kedatangan dua orang keponakan dari Jogja yang memang sudah cukup lama tak berkunjung.

Nah, di antara waktu kunjungan mereka yang singkat, kami pun menyempatkan diri menemani mereka jalan-jalan di kota kami. Pantai adalah tujuan pertama, seperti kebiasaan mereka dulu yang selalu mengajak main air di pantai bila sedang di Pekalongan. Namun karena sekarang mereka bukan kanak-kanak lagi, acara main air di Pantaisari di-skip , sebagai gantinya hanya duduk-duduk di tepi pantai, menonton anak-anak kecil yang mandi-mandi (seperti mereka duluuu…hehe).

Tujuan berikutnya adalah Pekalongan Mangrove Park di Jl Kunti Pekalongan Utara. Di sana tidak lama karena panas yang cukup terik meskipun baru sekitar Pukul 11-an, hanya berperahu keliling area dan jalan-jalan dari ujung ke ujung area saja. Lalu ke mana lagi? Cari yang adem, begitu permintaan mereka. Maka akupun mengarahkan mereka ke Museum Batik.

Lhah…kenapa ke sana? Baca lebih lanjut


22 Komentar

Menelusuri Jejak Sejarah Arjati di Kota Pekalongan (2)

Apa kabar, teman..?

Meneruskan tulisan kemarin tentang pengalaman mengikuti kegiatan Arjati Heritage Walk 111 (AHW 111) yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke 111 Kota Pekalongan ya…

Setelah menyaksikan salah satu peninggalan VOC di Kota Pekalongan yaitu Benteng Pekalongan yang terletak di Kampung Bugisan, rombongan kelompok II peserta AHW111 dipandu untuk meneruskan langkah menuju destinasi berikutnya yaitu : Baca lebih lanjut