Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


19 Komentar

Titip Rindu Buat Ayah

Hai.. Apa kabar, Juni…
Juni telah datang lagi, demikian pula tema arisan Blog Gandjel Rel, kali ini dari 2 member keren Gandjel Rel yaitu mba Rizka AlynaAlley , yaitu dengan tema “Sesuatu yang paling kamu kangenin”

Hm… banyaaaak…. Yang pertama kangen bedug maghrib! Haha… Maafkaan…, itu sih guyonan orang puasa ya.. 🙂

Tapi memang banyak yang kurindukan di Bulan Romadhon begini. Terutama kebersamaan dengan Ibu, kakak, adik dan para krucils yang sudah semakin besar, dan mau tak mau kebersamaan semacam itu menjadi hal yang langka.

Selain itu tentunya suasana nikmat ibadah di tanah suci, yang entah mengapa selalu menyeruak rasa rindu untuk kembali menikmatinya di bulan suci begini… Hm.., tapi pertanyaannya kan yang paling ya… Jadi aku harus memilih salah satu dari banyak hal yang kurindukan itu..hehe…

OK lah… Ini bulan Juni. Dan setiap bulan Juni tiba, kerinduan yang sangat akan sosok tercinta itupun muncul di hati.  Bukan berarti di waktu-waktu lain tak lagi hadir bayangnya, namun di awal Juni selalu saja lebih tebal kerinduan itu kurasa.

(alm) Bp. Soeranto Prijowidjojo

Almarhum Bapak.  Ya, itulah sosok yang selalu kami rindukan di awal bulan Juni, yang menjadi bulan kelahiran sekaligus bulan kepergian beliau, 19 tahun yang lalu.  Ya, tanggal 3 Juni 1931 adalah hari kelahiran lelaki tercinta yang mengukir jiwa ragaku, dan kepergiannya adalah di 2 Juni 1998, sehari sebelum usia beliau genap 67 tahun.

Bapak, selalu menjadi sosok istimewa buat kami. Panutan yang menanamkan nilai-nilai penting bagi kami sejak kami semua kecil dulu.  Disiplin adalah salah satu yang selalu ditekankannya. Kami harus merencanakan dengan baik kegiatan yang akan kami lakukan, dan berusaha menepati rencana yang telah kami buat itu. Bahkan dalam kegiatan santai, misalnya piknik keluarga. Beliaulah yang pertama kali siap dan selalu berusaha agar kami menepati waktu-waktu yang telah direncanakan sebelumnya.  Bahkan saat mengantarku ke suatu kegiatan, kalau aku bilang acara mulai jam 7, maka paling lambat setengah jam sebelumnya sudah harus standby di lokasi. Walhasil, aku seringkali menjadi orang pertama yang datang di suatu acara.  Kebiasaan itu terbawa sampai kini, tak nyaman rasanya datang di suatu acara yang sudah banyak pesertanya alias terlambat dari jadwal, meskipun kenyataannya acara seringkali belum dimulai alias jam karet 🙂

Mempererat tali silaturahmi juga menjadi salah satu agenda beliau.  Sebelum bulan puasa, seperti biasa keluarga mengadakan acara nyadran bersama. Seringkali hanya keluarga kami saja, tapi kadangkala bersama-sama dengan keluarga besar Bapak.  Nah, tidak hanya berkunjung ke sarean-sarean para leluhur saja, acara itu sekaligus menjadi acara temu keluarga, saling mengenalkan dan mempererat silaturahmi dengan anggota-anggota keluarga yang jarang bertemu karena domisili yang berjauhan.

Demikian pula setelah lebaran.  Sedapat mungkin kita semua harus hadir pada acara Halal bi halal Keluarga Besar, namun bila berhalangan hadir maka Bapak akan memimpin keluarga kami melakukan ujung-ujung / silaturahmi dari rumah ke rumah, terutama kepada para sesepuh, eyang-eyang dan Pakde-Bude.  Semacam tour dari kota ke kota yang sebenarnya melelahkan, namun selalu meninggalkan rasa gembira di hati sehingga selalu kami tunggu-tunggu waktu pelaksanaannya.. 🙂

Aku memang dekat dengan alm Bapak, mungkin karena banyak kesamaannya. Yang jelas, dari kelima putra-putrinya, aku satu-satunya yang nurun berambut ikal seperti beliau. Sifat kami sama-sama keras dan lebih memilih diam saat marah. Tapi herannya, jarang banget aku bentrok dengan beliau… Bentroknya malah dengan yang lain, hahaha…

Banyak sekali kenanganku dengan Bapak, sejak kecil hingga masa-masa awal ku di dunia kerja yang ternyata juga masa akhir beliau bersama kami. Kumasih ingat, saat pertama kali belajar masak adalah saat tinggal berdua Bapak di Pekalongan karena ibu belum bisa pindah tugas dari Semarang, kakak-adikku juga masih di Semarang. Oseng-oseng kacang panjang adalah masakan pertamaku, yang dinikmati beliau dengan senyum dan manggut-manggut, meskipun sebenarnya agak keasinan! Haha…

Selain itu yang paling kuingat juga adalah nasehat beliau ketika aku galau memilih jalur karir di awal masa kerjaku, tetap di fungsional atau pindah struktural -dengan konsekwensi suatu saat jenjang kepangkatan mentok– dan beliaulah yang memberikan pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya memantabkan hatiku untuk menerima tawaran struktural, yang alhamdulillah lancar hingga kini.

Sayangnya… setelah kucari-cari di antara seabreg foto-foto lama, tak banyak fotoku berdua saja dengan beliau… Hiks.. Tapi tak apalah, minimal masih bisa kunikmati senyum teduh beliau dari foto-foto yang ada… Atau kurangkaikan kata untuk mengenang beliau, sekedar menyalurkan kerinduan ini… *lalu mewek…

Itulah sekelumit kenanganku dengan alm Bapak -yang paling kurindukan saat ini- dan yang masih akan selalu kurindukan terutama di hari-hari istimewa dan di Bulan Juni, bulan kelahiran dan kepergiannya. Kutitipkan rinduku lewat doa-doa yang kulantunkan bagi beliau, aku serahkan penjagaannya pada Allah SWT, insya Allah  ditempatkannya beliau di tempat terindah di sisiNYA… Aamiin…


61 Komentar

Kenangan Ulang Tahun di Masa Kecilku

Lalang Ungu. “Kenangan masa kecil yang paling membekas di ingatan” merupakan tema arisan link Blogger Gandjel Rel yang kami dapat minggu ini, dari mba Anjar Sundari & mba Nia Nurdiansyah.

Hm…apa ya, kenangan masa kecilku yang tak terlupakan??

Banyaaaak…hehe.. Alhamdulillah aku dibesarkan di tengah keluarga yang hangat dan penuh cerita sehingga rasanya begitu banyak pengalaman hidup berkesan sepanjang masa kecil, masa remaja bahkan di masa dewasa ini.

Salah satunya adalah saat kami merayakan hari ulang tahun dari anggota keluarga kami. Ya, meskipun sederhana -hanya dihadiri keluarga inti saja- selalu ada acara peringatan hari lahir masing-masing anggota keluarga yang saat itu berjumlah delapan orang : Mbah Putri-Bapak-Ibu-lima anak. Eh.. HUT Si Mbah tidak dirayakan ding..karena kami tidak tahu kapan tepatnya hari kelahiran beliau, hehe… Baca lebih lanjut


22 Komentar

Menelusuri Jejak Sejarah Arjati di Kota Pekalongan (2)

Apa kabar, teman..?

Meneruskan tulisan kemarin tentang pengalaman mengikuti kegiatan Arjati Heritage Walk 111 (AHW 111) yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke 111 Kota Pekalongan ya…

Setelah menyaksikan salah satu peninggalan VOC di Kota Pekalongan yaitu Benteng Pekalongan yang terletak di Kampung Bugisan, rombongan kelompok II peserta AHW111 dipandu untuk meneruskan langkah menuju destinasi berikutnya yaitu : Baca lebih lanjut


16 Komentar

Kilas 2016, bekal menuju sukses di 2017

selamat-th-baru

Hai… Selamat Tahun Baru 2017, teman …

Sudah menapaki hari kedua di tahun ini, namun ini baru post pertamaku di 2017, padahal salah satu resolusi 2017 ku adalah rajin ngeblog, hehe… Libur dari Sabtu – Senin ini, waktuku tersita untuk hal-hal lain selain nulis.. Yah, mudah-mudahan saja hari-hari selanjutnya aku bisa menepis virus malas yang membahayakan itu. Aamiin…

Bahkan kilas balik 2016 pun belum sempat kutuliskan di akhir tahun kemarin, maka tak apalah jika baru kutuliskan hari ini, minimal jadi catatanku dalam menapaki tahun baru ini, agar dapat menyempurnakan apa-apa yang kurang, mempertahankan dan meningkatkan prestasi / pencapaian. Baca lebih lanjut


16 Komentar

Guru-guru istimewaku

Guru adalah orang-orang yang mempunyai andil besar dalam kesuksesan kita. Kita pasti sepakat dengan hal ini. Ya, guru kita merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita.

Hari ini, 25 Nopember adalah Hari Guru Nasional. Selamat kepada semua Bapak-Ibu Guru, dan terima kasih tak terhingga khususnya bagi semua guru-guruku. Di hari istimewa ini, izinkan aku untuk mengenang kembali guru-guru istimewaku. Baca lebih lanjut


24 Komentar

Membingkai kenangan

Bulan Nopember adalah bulan ulang tahun di keluarga kami. Ultah kakak, adik dan 3 keponakanku, tepatnya di tanggal 12, 18 (2 orang), 25 dan 28. Ohya, semua laki-laki, bingung mau nyariin kadonya, akhirnya mentahan sajaa…hehe..

Nah,di tanggal 18 kemarin, kulihat ada notif di FBku, ada kiriman yang terkait namaku. Ternyata dari ponakan yang lagi ultah di tanggal itu, ngirim ucapan dan doa buat adikku yang ultah di tanggal yang sama. Uniknya, dia menyertakan sebuah foto kenangan yang sudah menguning namun tak kehilangan artinya bagi kami berdua. Inilah foto itu :

cethit-ithot

Foto pertama Cethit & Ithot

Baca lebih lanjut