Lalang Ungu

ruang ekspresi sepotong hati


29 Komentar

Menelusuri jejak sejarah ARJATI di Kota Pekalongan

Setiap kali melewati kawasan Jetayu yang merupakan kawasan kota lama Kota Pekalongan, aku suka memandangi gedung-gedung kuno yang masih tampak megah yang ada di sana.

Sudah cukup lama tersirat keinginan untuk mengetahui sejarah panjang gedung-gedung tersebut, namun meluangkan waktu untuk itu merupakan suatu permasalahan tersendiri bagiku. Di samping itu, apa asyiknya menikmati gedung-gedung itu tanpa ada yang membantu menjelaskan sejarahnya? Maka keinginan itupun terpendam beberapa lama.

Lalu tangan Tuhan bekerja. Kesempatan untuk menyusuri jejak sejarah Kota Pekalongan bersama dengan narasumber yang kompeten pun tiba, melalui kerjasama Pemkot Pekalongan dan sejumlah komunitas, diantaranya adalah komunitas Blogger Pekalongan. Ah… ini salah satu berkah bergabung di Komunitas kesayangan ini… Alhamdulillah…

Ya, kesempatan itu adalah turut berpartisipasi dalam ARJATI Heritage Walk 111 yang menjadi salah satu kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 111 Kota Pekalongan di Bulan April tahun 2017 ini.

Apa itu ARJATI Heritage Walk 111?

ARJATI itu sendiri adalah singkatan dari ARab-JAwa-TIonghoa, 3 suku / etnis yang dominan ada dan mempengaruhi budaya Kota Pekalongan.

Adapun ARJATI Heritage Walk 111 adalah kegiatan jelajah bagian kota lama yang bertujuan untuk memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Kota Pekalongan yang banyak dipengaruhi oleh unsur 3 etnis kepada masyarakat pada umumnya dan generasi muda khususnya.

Acara yang berlangsung pada tanggal 2 April 2017 lalu itu diikuti oleh perwakilan pelajar SMA/SMK/MA se Kota Pekalongan, mahasiswa KKN Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta dan perwakilan komunitas, dengan route : Kantor Dinparbudpora – Gedung Pertani – GOR Jetayu – Gedung Batik TV – Pabrik Limun Oriental – Benteng Pekalongan – Kampung Arab – Kampung Pecinan – Jembatan Lodji lama – Tugu Mylpall – Kantor Pos – Museum Batik. Baca lebih lanjut


28 Komentar

Trip to Batu Malang (3)

Alun2Batu

*Alun-alun Kota Batu*

Hari ke-3 trip to Batu Malang adalah hari perjalanan pulang kami. Setelah seharian sebelumnya dari pagi hingga sore hari menikmati wisata di Batu Secret Zoo dan Museum Angkut, serta 2 malam nyenyak beristirahat di homestay nan nyaman, maka tiba waktunya kami meninggalkan kota sejuk Batu ini.

Bersiap_pulang

Sebelum meninggalkan homestay, narsis berjamaah dulu..hehe..

Sekitar pukul 7 pagi kami meninggalkan kawasan Mutiara Panderman Residence, namun tidak langsung menuju luar kota, karena ingin mampir sarapan di Alun-alun Kota Batu. Sebenarnya malam sebelumnya berencana untuk menikmati suasana malam di Alun-alun Kota Batu, namun apa daya pulang dari Museum Angkut badan sudah mengajak leyeh-leyeh saja..

Maka pagi itu, kami menyempatkan diri mampir ke Alun-alun, ngiras-ngirus pamitan dengan kota sejuk itu ­čÖé┬á Setelah sempat beberapa kali bertanya arah di sepanjang rute ke sana dari daerah Oro-oro ombo, akhirnya kami pun sampai di pusat Kota Batu itu ­čÖé

Alun-alun Kota Batu

Alun-alun ini diresmikan tgl 7 Mei 2011

Ternyata suasana di sekitar Alun-alun pagi itu belum tampak ramai, sehingga kami pun┬á leluasa menikmati alun-alun yang indah dan rapi itu. Ya, kami sukaaa…dengan suasana Alun-alun yang tertata rapi dan tampak bersih, mengundang kaki-kaki untuk melangkah santai, menyusuri sudut-sudutnya, sekedar duduk-duduk nyaman di bangku-bangku yang tersedia di sana atau ber-selfie-ria di sudut-sudut taman yang asri. Yuuk, mareee… Baca lebih lanjut


5 Komentar

Padusan

Selain megengan dan nyadran, di beberapa daerah ada pula tradisi lain menyambut Ramadan, khususnya pada hari sebelum 1 Ramadan, yaitu mandi / bersuci pada sore menjelang 1 Ramadan.

Di daerah Jawa, tradisi itu sering disebut PADUSAN. Berasal kata ADUS yang artinya mandi, tradisi ini melambangkan upaya mensucikan jiwa raga sebagai persiapan menyambut Bulan Suci, bulan yg penuh rahmat dan ampunan Illahi…

Di beberapa desa yang mempunyai sumber air terbuka / kolam pemandian umum, biasanya pada H-1 Ramadan selalu penuh dg pengunjung yang beramai-ramai menjalani padusan di sana. Tuk Senjaya di Salatiga adalah salah satu tempat yang -seingatku- dulu selalu ramai untuk Padusan. Baca lebih lanjut